Kamis, 13 Oktober 2011

Uji Eksak Fisher --->> kasus dua sampel independen



          Fisher test merupakan uji eksak yang diturunkan oleh seorang bernama Fisher, karenanya disebut uji eksak Fisher. Uji ini dilakukan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel independen. Perbedaan uji fisher dengan uji chi square adalah pada sifat kedua uji tersebut dan ukuran sampel yang diperlakukan. Uji fisher bersifat eksak sedangkan uji chi square bersifat pendekatan. Uji chi square dilakukan pada data dengan sampel besar, sedangkan uji Fisher dilakukan pada data dengan sampel kecil. Data yang dapat diuji dengan fisher test ini berbentuk nominal dengan ukuran sampel n sekitar 40 atau kurang, dan ada sel-sel berisikan frekuensi diharapkan kurang dari lima. Perhitungan Fisher Test sama sekali tidak melibatkan chi-square, akan tetapi langsung menggunakan peluang.

Fungsi :
untuk menguji apakah ada perbedaan dua perlakuan yang mungkin dari dua populasi

spesifikasi :
skala ukur nominal atau ordinal
data disusun dalam tabel kontingensi 2 x 2
ukuran sampel n ≤ 20



Langkah pengujian:
Ho       :  p(I)=p(II)
H1       : satu arah atau dua arah
α          : 5%
susun data dalam tabel kontingensi 2 x 2 sebagai berikut:



-
+

Kelompok I
A
B
A+B
Kelompok II
C
D
C+D

A+C
B+D
N

Statistik uji :

kriteria uji :
Tolak H0  jika p ≤ α (satu arah) atau p ≤ α/2 (dua arah), terima dalam hal lainnya.

 Catatan:
Untuk menghindari penyimpangan yang lebih ekstrim yang mungkin terjadi, harus dihitung pula peluang-peluang dengan membuat tabel baru, dimana jumlah marjinalnya tetap, dan nilai terkecil dari salah satu sel berkurang sampai dengan 0.

contoh soal :

sebuah pertanyaan dilontarkan kepada bebo toh sepak bola dan bukan bebotoh sepak bola. apakah setuju dengan pembubaran PSSI

Bebotoh
Bukan Bebotoh
S
TS
S
S
S
TS
TS
TS
TS
TS
S

TS





Apakah terdapat perbedaan jawaban yang signifikan?

Jawab:

H0        :  pB = pBB (tidak ada perbedaan yang signifikan)
H1        :  pB ≠ pBB (ada perbedaan yang signifikan)
α          :  5%


B
BB

S
4
1
5
TS
3
4
7

7
5
12


Statistik uji :


Kriteria uji:
Tolah Ho jika p≤ α/2, terima dalam hal lainnya. Ternyata p =1,33 > α/2= 0,025. Jadi Ho diterima artinya  tidak ada perbedaan yang signifikan.


Jika dipertimbangkan penyimpangan-penyimpangan yang lebih ekstrim dibuat tabel sebagai berikut:


B
BB

S
5
0
5
TS
2
5
7

7
5
12


Statistik uji :










Jadi kemungkinan yang lebih ekstrim adalah :

P          =   p1 + p2
            =  1,33 + 0,2917
            =  1,6217

kesimpulan : Ho diterima pada p = 1,6217












sumber : dari buku statistika non parametrik jurusan statistika FMIPA UNPAD ^^


2 komentar: