Senin, 25 April 2011

Metode Shapiro-Wilk Untuk Uji Normalitas

            Metode Shapiro-Wilk menggunakan data dasar yang belum diolah dalam tabel distribusi frekuensi. Data diurut, kemudian dibagi dalam dua kelompok untuk dikonversi dalam Shapiro Wilk. Dapat juga dilanjutkan transformasi dalam nilai Z untuk dapat dihitung luasan kurva normal.

Rumus :

Persyaratan
a. Data berskala interval atau ratio (kuantitatif)
b. Data tunggal / belum dikelompokkan pada tabel distribusi frekuensi
c. Data dari sampel random

Signifikansi
Signifikansi dibandingkan dengan tabel Shapiro Wilk. Signifikansi uji   T3  nilai  dibandingkan dengan nilai tabel Shapiro Wilk, untuk dilihat posisi nilai probabilitasnya (p). Jika nilai p lebih dari 5%, maka Ho diterima ;  ditolak. Jika nilai p kurang dari 5%, maka Ho ditolak ;  diterima. lampiran 6, Tabel Harga Quantil Statistik Shapiro-Wilk Distribusi Normal. Jika digunakan rumus G, maka digunakan tabel 2 distribusi normal.

Contoh Soal :
Berdasarkan data usia sebagian balita yang diambil sampel secara random dari posyandu Mekar Sari Wetan sebanyak 24 balita, didapatkan data sebagai berikut : 58, 36, 24, 23, 19, 36, 58, 34, 33, 56, 33, 26, 46, 41, 40, 37, 36, 35, 18, 55, 48, 32, 30 27  bulan. Selidikilah data usia balita tersebut, apakah data tersebut diambil dari populasi yang berdistribusi normal pada α = 5% ?

Jawab :

Ho : tidak beda dengan populasi normal
H1 : ada beda populasi normal
α    : 0,05


Langkah Berikutnya adalah :
 diperoleh:
 T3 = 0,9391

Nilai tabel
Pada lampiran 6 dapat dilihat, nilai α (0,10) = 0,930 ; nilai α (0,50) = 0,963

Daerah penolakan
Nilai T3 terletak diantara 0,930 dan 0,963, atau nilai p hitung terletak diantara 0,10 dan 0,50, yang diatas nilaiα (0,05) berarti Ho diterima

Kesimpulan
Sampel diambil dari populasi normal, α = 0,05


Sumber :
http://www.scribd.com/doc/25182223/Metode-Shapiro-Wilk
 





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar